Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2010

China Rahasiakan Fakta UFO Misterius

Pada Rabu 7 Juli 2010 pukul 20.40 waktu setempat, Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China tiba-tiba ditutup. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).

Petugas bandara segera membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dan mengalihkan pesawat yang menuju Xiaoshan, ke bandara Ningbo di Provinsi Zhejiang dan Wuxi di Provinsi Jiangsu. Dilaporkan 18 penerbangan terganggu.

Namun, hingga Jumat 16 Juli 2010 pemerintah China masih merahasiakan apa sebenarnya penampakan UFO tersebut -- meski sebelumnya beredar informasi pihak berwenang akan memberikan keterangan Jumat (16/7).

Penampakan obyek terang seperti komet di atas Bandara Xiaoshan menjadi perbincangan panas di internet. Orang-orang mencoba menjelaskan fenomena aneh itu, dengan versi masing-masing.

Spekulasi yang beredar di dunia maya menyebutkan, benda diduga UFO itu adalah pesawat pembom Amerika Serikat, satelit Rusia, atau misil yang baru diuji coba China.

Seorang warga, Ma Shijun berhasil mengabadikan benda misterius itu saat dia mendongak ke langit sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

"Aku merasa seberkas cahaya melayang di atas kepalaku. Saat mendongak, aku melihat seberkas cahaya putih terang terbang di langit. Aku buru-buru kamera dan memotretnya,"kata dia, kepada Xinhua.

"Apakah itu pesawat atau UFO, aku tak tahu pasti," kata dia, seperti dimuat laman myfoxchattanooga.com.

Sebelumnya, seorang sumber anonim kepada China Daily mengatakan, pejabat berwenang telah membongkar misteri penampakan UFO itu, setelah melakukan serangkaian investigasi.

Namun, hasil investigasi itu belum akan dimumkan ke publik. Data itu masih bersifat rahasia, sebab ada kaitannya dengan kepentingan militer. Penjelasan resmi dari pemerintah menurut informasi akan diberikan Jumat ini.
Read More >>

Target NASA, Bukan Planet Alien Tapi Islam

Kepala Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Charles Bolden mengaku mendapat tugas baru dari Presiden Barack Obama. Bukan menemukan kehidupan di planet lain atau mencari lokasi potensial untuk koloni Bumi.

Tugas baru itu di luar 'orbit' NASA, yakni mendekati dunia Islam-- meningkatkan hubungan antara NASA dengan kaum muslim dunia.

Kata Bolden, interaksi lebih baik dengan dunia muslim akan meningkatkan secara drastis penjelajahan angkasa.

"Ketika dipilih menjadi pimpinan NASA, atau bahkan sebelum itu, dia [Obama] mengamanatkan tiga hal pada saya," kata Bolden kepada Al Jazeera, seperti dimuat laman Fox News.

Pertama, adalah terus memberi inspirasi pada anak-anak mencintai sains dan matematika. Kedua, lanjut Bolden, dia diberi tugas untuk meningkatkan hubungan dengan dunia internasional.

"Yang ketika, dan mungkin yang terpenting adalah, Obama meminta saya untuk menjangkau dunia Muslim. Juga terlibat secara dominan untuk memjembatani kontribusi Islam pada ilmu pengetahuan ...juga matematika, dan teknik," kata dia.

Menurut Bolden, penjelajahan langit -- untuk menguak rahasia alam semesta sekaligus menyelamatkan kehidupan Bumi hanya dimungkinkan dengan kolaborasi internasional, termasuk negara-negara Islam.

"Banyak yang bisa diperoleh dengan kontribusi dari negara muslim," kata dia. Bolden mencontohkan kontribusi China dan Rusia yang bekerja sama di stasiun luar angkasa internasional.

Target NASA untuk sesegera mungkin mendarat di Planet Mars dan mengeksplorasi asteroid yang berpotensi mengancam keselamatan Bumi, kata dia, tak mungkin dilakukan jika Amerika Serikat hanya sendirian.

Sebelumnya, Presiden Obama punya cita-cita, pada 2025, AS akan memiliki pesawat luar angkasa baru yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

"Kita akan memulai dengan mengirim astronot ke asteroid untuk kali pertamanya dalam sejarah," kata Obama di pangkalan pesawat luar angkasa, Kennedy Space Center -- di mana manusia pertama ke Bulan diberangkatkan, seperti dimuat laman Daily News, Jumat 16 April 2010.

Pada pertengahan tahun 2030-an, giliran mengirim manusia ke orbit Mars dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi.

"Selanjutnya, kita akan mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars. Saya harap ada di sana untuk menyaksikannya," kata Obama, optimistis.
Read More >>

Sabtu, 31 Juli 2010

Mahluk Luar Angkasa Menggunakan 'Twitter'?

Jejaring sosial jadi fenomena, ia berkembang tanpa batas. Bahkan, hingga luar angkasa. Maksudnya?

Para ilmuwan mengatakan bahkan mahluk luar angkasa atau alien mungkin menggunakan pola yang lebih sederhana ketika mencoba melakukan kontak dengan manusia. Seperti Twitter -- misalnya.

Para alien bisa jadi menggunakan 'tweets' kosmis untuk mengontak manusia Bumi selama beberapa dekade. Sayangnya, kata para peneliti, kita belum bisa menangkap pesan tersebut.

Namun, pesan yang dikirim ke Bumi tidak persis sama dengan pesan di Twitter yang dibatasi 140 karakter. Penelitian menunjukkan para alien mungkin mengirimkan pesan pendek -- pesan langsung berupa sinyal, bukan memancarkan sinyal ke segala arah untuk menarik perhatian manusia.

Alasannya, peradaban alien diperkirakan punya kecenderungan membuat teknologi sinyal yang lebih efisien.

"Pendekatannya lebih seperti Twitter dan tidak seperti 'War and Peace'," kata Dr James Benford, fisikawan dan ketua Microwave Sciences, seperti dimuat laman Daily Mail.

Sementara, kembarannya, Gregory -- astrofisikawan dari Universitas Kalifornia mengatakan apapun bentuk kehidupannya, proses evolusi adalah proses memilih sumber daya yang lebih ekonomis.

"Mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya membutuhkan sumber daya yang besar," tambah dia.

Baik James maupun Gregory menyimpulkan bahwa ilmuwan yang tergabung dalam organisasi pencarian kehidupan ekstraterrestrial, Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI) telah melakukan pendekatan yang salah selama setidaknya lima dekade.

Seperti ditulis dalam jurnal Astobiology, dua bersaudara Benfords mengatakan sinyal dari alien tidak dipancarkan ke segala arah namun, lebih mirip peluru, ditujukan ke satu sampai 10 gigahertz jarak gelombang elektromagnetik.

Dalil SETI bahwa alien mencoba menjalin kontak dengan manusia dengan cara memancarkan sinyal seperti mercusuar yang menyapu galaksi, dibantah dua bersaudara itu. Kata mereka, pesan yang dikirim lebih mungkin mirip Twitter yang bisa bertahan beberapa hari.

Benfords bersaudara juga mengatakan ilmuwan SETI telah mencari di tempat yang salah -- dengan mengarahkan teleskop radio ke bintang terdekat, berharap mendapatkan sinyal atau suara dari kehidupan alien.

"Broadcasting itu mahal dan membutuhkan banyak energi -- apalagi untuk mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya."

Seharusnya, SETI mencari alien di pusat galaksi.

"Banyak bintang yang miliaran tahun lebih tua dari Matahari -- pusat tata surya. Itu menunjukkan ada kemungkinan besar untuk membuat kontak dengan peradaban yang lebih maju dan ramai yang ada di galaksi kita," kata Gregory Benford.
Read More >>

Senin, 24 Mei 2010

Sabuk Yupiter Hilang, NASA Pusing

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) NASA kembali dibuat pusing. Kali ini, menghilangnya sabuk utama planet Yupiter membuat mereka bertanya-tanya.

Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya, memiliki beberapa sabuk melingkar. Sabuk awan, demikian ilmuwan menyebut sabuk-sabuk yang tampil lewat gradasi warna cokelat ini. Beberapa hari lalu, satu sabuk dari dua sabuk awan utama benar-benar menghilang. Dikatakan 'benar-benar' karena sabuk awan terlihat mulai mengabur sejak tahun lalu.

Kendati peristiwa ini bukan pertama kali terjadi pada Yupiter, tetap saja NASA terkejut. Mengapa? Karena sampai sekarang NASA belum juga menemukan penyebab hilangnya dua sabuk Yupiter. Sabuk Ekuator Selatan Yupiter (SEB) menghilang beberapa pekan, kemudian muncul kembali dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Bahkan NASA pun tidak bisa melacak atau memotret saat sabuk menghilang maupun kembali pada jajaran sabuk Yupiter.

"Sungguh misterius. Ini adalah peristiwa besar," sahut astronom yang bekerja di Laboratorium Penggerak Jet NASA Glenn Orton.

Tim Norton sebenarnya terus memantau permukaan Yupiter. Namun, entah kenapa peristiwa hilang dan kembalinya SEB selalu terlewatkan. Misalnya yang terjadi tahun lalu, saat SEB mulai menghilang. Gumpalan awan terus menipis hingga akhirnya habis sama sekali. Tidak ada sisa awan yang melingkar pada ekuator selatan Yupiter.

NASA pun gemas. "Kami tidak mengerti apa yang terjadi pada sabuk itu," papar Orton. Astronom ini cukup pusing menghadapi misteri hilangnya sabuk Yupiter. Lain halnya dengan astronom asal Australia Anthony Wesley. Dia menganggap peristiwa ini sebagai suatu kejutan. "Ya, Yupiter memang senang memberi kejutan," katanya datar.

Anggapan Wesley, sabuk awan tidak menghilang dalam arti sebenarnya. Dia yakin, SEB masih melingkar pada permukaan Yupiter. "Hanya mungkin tak terlihat karena tertutup gumpalan awan yang lebih tebal," ujarnya. Usia Wesley masih sangat muda ketika pertama kali 'diperkenalkan' dengan SEB. Semasa kecil, ayah Wesley sering mengajaknya ke loteng. Mereka meneropong bintang dari balik lensa teleskop. Dari kecil, Wesley tahu bahwa Yupiter memiliki dua sabuk utama.

"Aneh rasanya ketika tahu kini tinggal satu sabuk saja," ucapnya. SEB yang berwarna kecokelatan memiliki ukuran dua kali lebih lebar dibandingkan lebar bumi. Sabuk ini pun terlihat lebih besar daripada deretan sabuk Yupiter yang lain. Sabuk ini kerap menghilang dalam balutan kisah yang misterius. Tidak ada yang tahu waktu pastinya, pun penyebab hilangnya sabuk.

Pada rentang 1973-1975, SEB menghilang dan muncul lagi selama beberapa kali. Hampir 16 tahun sesudahnya, tidak ada laporan tentang hilangnya SEB. Laporan serupa muncul kembali pada 1989-1990. Tiga tahun kemudian, SEB kembali berulah. Sabuk ini menghilang tanpa pamit. Beberapa pekan kemudian, SEB terlihat lagi pada permukaan Yupiter.

Belasan tahun sesudahnya, SEB terus melingkar cerah pada permukaan planet kelima dalam sistem tata surya. Pada 2007, SEB hilang lagi. Menghilangnya SEB pada 2007 hanya berlangsung sebentar. Namun, kondisi ini justru mengacaukan pikiran NASA. Sebab, tahun-tahun berikutnya SEB semakin sering menghilang.
Read More >>

Sabtu, 22 Mei 2010

Bulan Terekam Sedang Menelan Venus

Foto terbaru yang dirilis pengamat angkasa Hong Kong menunjukkan bulan sedang menelan Venus. Foto yang diambil Joe Chan Yuen Fai pada 16 Mei di Kennedy Town Hong Kong saat okultasi, peristiwa di mana bulan mengaburkan bintang atau planet yang lebih jauh.

"Melihat Venus dan bulan tergantung di langit tidak mengherankan bagi saya, tapi saya senang dengan fenomena itu," kata Yuen Fai kepada space.com lewat email. "Bulan makan planet Venus!"

Dalam foto itu terlihat Venus dan bulan sabit sedang bersinar terang setelah matahari terbenam. Tapi saat malam, Venus perlahan-lahan tergelincir di balik bayang-bayang ekstremitas atau cakrawala bulan.

Pantulan cahaya dari bumi mengisi beberapa area gelap bulan. "Pada awalnya, Venus dan bulan sangat dekat satu sama lain. Orang-orang di sekitar saya bertanya bintang terang yang tergantung di atas bulan," kata Yuen Fai.

"Tapi Venus cerah kemudian menjadi redup saat bergerak lebih dekat ke bulan, dan akhirnya menghilang dalam beberapa detik. Sekitar 25 menit kemudian, Venus muncul di sebelah kanan bulan, dan mereka membentuk sebuah gambar yang tampak seperti sabit "

Venus bukan satu-satunya planet yang dikunjungi oleh bulan pada pekan ini. Mulai Rabu malam lalu, bulan dapat dilihat bersama Mars, Saturnus dan bintang Regulus terang ketika bergerak di langit barat daya.

Pertunjukan kosmik itu dimulai 19 Mei dan berakhir 22 Mei.
Read More >>

6 Astronot Bakal Tinggal di 'Mars' 1 Tahun Lebih

Enam orang astronot yang berasal dari negara Rusia, Eropa, dan China akan menetap di 'planet Mars' selama 520 hari. Mereka akan membuktikan, berapa lama manusia mampu bertahan di Mars.

Pada 3 Juni nanti, tiga orang warga Rusia, satu orang keturunan Kolombia-Itali, satu orang warga Prancis, dan seorang warga China akan diisolasi dalam sebuah kompartemen tertutup sebagai simulasi perjalanan ke Mars dan dibiarkan berada di ruangan tersebut hingga November 2011.

Tentu saja, ini hanya sebuah simulasi, tidak benar-benar memberangkatkan enam astronot tersebut ke Mars. Hanya saja, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar isolasi di 'Mars' tersebut dapat mempengaruhi manusia.

"Ini merupakan penerbangan selama 520 hari ke Mars, belum pernah terjadi sebelumnya dengan durasi selama itu. Saya pikir, jika berbicara mengenai misi manusia ke Mars, mungkin akan terjadi sekira 20, bahkan 30 tahun lagi untuk bisa ke sana," ujar Kepala Penelitian di Badan Luar Angkasa Eropa Martin Zell, seperti dikutip melalui Straits Times, Kamis (20/5/2010).

Ke enam orang tersebut hanya diperbolehkan berada di ruangan masing-masing yang berukuran tiga meter persegi. Ruangan tersebut terletak di Moscow Institute of Biomedical Problems. Mereka akan diisolasi di ruangan tersebut selama tujuh hari seminggu, dengan dua hari waktu libur, kecuali ada peristiwa darurat dalam simulasi tersebut.

Seluruh kru, yang akan dipimpin oleh seorang warga Rusia, akan tinggal dan bekerja layaknya kegiatan astronot di ISS, begitu pula kehidupan mereka sehari-hari, seperti pemeliharaan ruangan dan perangkat, melakukan eksperimen ilmiah, dan latihan-latihan.

Selama 'surface operations' yang dilakukan 250 hari setelah mereka 'mengorbit', seluruh kru akan dibagi menjadi dua kelompok. Tiga orang akan menjelajahi permukaan mars, sedangkan yang lain akan mengendalikan pesawat luar angkasa di orbit, selama satu bulan.
Read More >>

Rabu, 05 Mei 2010

Demi Meteor, 10 Paranormal Berani Bayar Mahal

Tak hanya dikunjungi warga yang penasaran, empat rumah di Jalan Delima VI gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur yang kejatuhan meteorit juga ramai dikunjungi paranormal.

"Sejak kemarin, 10 orang lebih dari paranormal datang ke rumah," kata Sudarmojo (70), yang rumahnya paling parah dihantam meteorit, Selasa 4 Mei 2010.

Kedatangan para paranormal itu demi mendapatkan batu meteorit yang mungkin ada di rumah Sudarmojo. "Mereka akan membayar, kalau menemukan batu itu akan dibayar mahal," kata dia.

10 orang paranormal yang datang ke Sudarmojo, rata-rata sudah paruh baya. "Semua laki-laki, umurnya seperti saya, sekitar 70 tahun," kata dia.

"Mereka bilang, Pak kalau ketemu batu, tolong infokan ke saya, saya berani bayar mahal."

Menurut Sudarmojo, dari informasi mereka, batu meteor akan dipakai untuk membuat keris atau jimat.

Namun, Sudarmojo mengaku tak akan menjual batu meteor, jika nantinya ditemukan di rumahnya. "Kalau saya dapat tidak akan saya jual, saya serahkan ke peneliti," kata dia.

Namun, beberapa warga tak sepakat dengan Sudarmojo. Subari Marzuki (68) misalnya. "Ada yang sempat nanya-nanya. Kalau saya menemukan batunya, itu harta karun buat saya."

"Kalau pemerintah tidak mau beli, saya akan jual ke orang yang mau beli, buat renovasi," tambah dia. (mt)

Sumber : Vivanews
Read More >>

Meteor Duren Sawit Mengandung Emas?

Masyarakat Tegal pernah mencari bahan emas dari penemuan batu meteorit. Apakah meteor di Duren Sawit juga mengandung logam berharga?

Penyebab kerusakan rumah Sudarmojo di Malaka Sari, Duren Sawit Jakarta Timur 29 April lalu itu dipastikan meteor. Benda angkasa itu diperkirakan mengandung 15 unsur yang tidak berbahaya bagi manusia, sama seperti bebatuan biasa yang ada di bumi.

"Sudah selesai penelitiannya benda tersebut merupakan meteorit, tidak ada penelitian lanjutan,” ujar Profesor Riset Sains Astrofisika Thomas Djamaludin yang melakukan penelitian, di Jakarta kemarin.

Thomas menjelaskan dari hasil sampel berupa debu yang diambil dari lokasi disimpulkan terdapat 15 unsur. Benda angkasa itu di antaranya mengandung besi silika, alumunium, kalsium, zerkonium, magnesium. Secara sederhana kandungan meteor sama dengan batu kali biasa, dan bahan itu tidak berbahaya atau beracun.

Lalu apakah meteroit memang mengandung bahan berharga misalnya emas? Thomas membantahnya. "Meteorit tidak mengandung logam berharga, tidak ada itu. Dulu di Tegal masyarakat yang menemukan meteorit mencari bahan emas, agak lucu saja," ujarnya.

Ia menjelaskan ciri-ciri meteorit adalah memiliki lapisan tebal berwarna agak hitam karena bekas terbakar. Warna hitam itu terkadang pekat tapi kadang tidak pekat.

Batu meteorit hampir sama dengan batu bumi, tidak mengandung magnet. Sementara Meteor bisa dilihat dengan jelas dari bumi belahan utara, dan tidak bisa diprediksi jatuhnya di mana. "Jatuhnya meteorit di pemukiman sangat jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan jatuh di belahan bumi lainnya," imbuh Thomas.

Ia juga membantah kemungkinan meteor jatuh di tempat yang sama. "Tidak akan di tempat yang sama. Tidak ada daya tarik tertentu yang menyebabkan sebuah meteor jatuh di titik tertentu di permukaan bumi," tegas Thomas.

Meteor juga perlu dibedakan antara hujan meteor, yang berasal dari rasi Lyrid, Leonid, Perseids atau Aquarids. Hujan meteor itu bisa terjadi karena debu-debu komet. Sementara meteor sporadis tidak harus dari berasal dari salah satu rasi.

Tim Lembaga Penerbangan dan Antrariksa Nasional (LAPAN) yang meneliti meteor di Duren Sawit di antaranya terdiri dari Kepala Pusat Sains Antariksa Drs Sri Kaloka, Thomas Djamaludin dan Abdurrachman S.Si. Tim ini bekerjasama dengan tim dari Puslabfor Mabes Polri yang dipimpin Kombes Amri Kamil.

Tim itu juga menyimpulkan dari struktur kerusakan di lokasi, benda itu bergerak sangat cepat sekali. "Lebih dari 100 ribu km dan suhu meteorit ratusan derajat panasnya," tegas tim.

"Karena tekanan yang sangat besar maka terjadi ledakan sangat besar, pintu terlempar, dan genteng berantakan. Pusat ledakan di rumah bagian tengah. Batu tersebut tidak mengandung unsur luar biasa, apalagi emas tidak ada," ujar Kepala Puslabfor Mabes Polri Kombes Amri Kamil.

Puslabfor menyimpulkan benda yang menghancurkan lantai 2 rumah Sudarmojo adalah meteorit dan indikasinya berupa kerusakan yang datang dengan sangat cepat. Sementara batu meteor datang dari arah barat daya, menghantam rumah dan karena temperatur panas menghancurkan genteng dan tembok di sekitarnya.

"Jika warga menyimpan benda-benda mencurigakan harap melaporkan ke LAPAN maupun ke kepolisian. Obyek meteoritnya belum ditemukan di antara reruntuhan, kemungkinan sudah hancur menjadi debu. Tidak benar meteor sebesar kelapa," ujar Amri.

Thomas menjelaskan, belum ada pengaturan tentang kepemililikan meteor di Indonesia. Penemuan meteor seringkali dimiliki oleh warga atau diserahkan ke museum, namun untuk kasus di Duren Sawit meteornya tidak ditemukan.

Sumber : Inilah
Read More >>

Kamis, 22 April 2010

Ditemukan Benda Paling Terang Sejagat

Benda asing misterius yang diduga sebagai objek baru ditemukan di ruang angkasa. Benda ini kemungkinan besar adalah objek paling terang dan tahan lama di alam semesta.

Benda yang disebut Mikro-quasar atau quasar kecil itu menambah panjang daftar benda misterius di ruang angkasa. Quasar sendiri merupakan galaksi yang ditemukan di pusat galaksi dan mengandung lubang hitam yang supermasif atau sangat besar.

Seperti dilansir Space.com, Selasa 20 April 2010, objek itu tiba-tiba memompa keluar gelombang radio pada tahun lalu, posisinya tak jauh dari galaksi M82 atau sekitar 10 juta tahun cahaya. Temuan itu sudah disampaikan ke publik hari ini.

"Objek baru itu, yang mulai muncul pada Mei 2009, membuat kita bertanya-tanya. Kita tidak pernah melihat benda seperti ini sebelumnya," kata Tom Muxlow, seorang astronom radio dari Universitas Manchester Jodrell Bank Observatori, Inggris.

M82 adalah 'galaksi starburst'. Bintang-bintang yang ada di galaksi ini akan mengeluarkan ledakan luar biasa sebelum akhirnya hilang. Dan itu berlangsung dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa ledakan-ledakan bintang atau supernova itu biasanya terjadi sekitar 20-30 tahun sekali di galaksi M82. Peneliti berharap ledakan-ledakan itu bisa menimbulkan cahaya dari panjang gelombang radio yang dipancarkan peristiwa supernova itu.

Ledakan bintang yang kerap terjadi itu lalu dibandingkan dengan benda misterius yang baru ditemukan. Objek misterius itu bisa memancarkan cahaya dengan sangat cepat dan berlangsung lebih lama beberapa hari.

Benda misterius itu juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan meredup. Bahkan setelah mendekati hampir satu tahun. "Malah pancarannya semakin terang," jelas Muxlow.

Timbulnya quasar itu diperkirakan muncul dari materi spiral dengan kecepatan yang sangat tinggi ke lubang hitam. Perputaran dengan kecepatan tinggi itu berada di pusat galaksi.

Sumber : Vivanews.com
Read More >>

UFO Menyilaukan Muncul di China

Koran China People Daily melaporkan penduduk menyaksikan obyek terbang tak dikenal antara pukul 08.40 hingga 08.50 malam pada 18 April di Chengdu dan mengambil gambar dengan kameranya.

Berdasarkan keterangan Zhang UFO bercahaya putih itu menyilaukan, namun tidak menimbulkan bunyi apapun.

Benda ini tergantung di udara beberapa menit, kemudian berpindah dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan pesawat, dan kemudian menghilang.

Pelapor menyebut bunyi mesin meteorologi sering muncul pada pukul 8 pagi dan sore hari. Namun tidak pernah ada laporan UFO sebelumnya.

Sumber : Inilah.com
Read More >>