Tampilkan postingan dengan label Dunia Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2010

Dijual, Botol Berisi Udara Gunung Avatar ,Aneh....

Botol kaca bening yang ditawarkan itu nampak kosong. Namun, isinya sangat berharga, udara dari Gunung Avatar.

Para pecinta film laris 'Avatar' kini bisa mengunjungi pegunungan di taman nasional Zhangjiajie -- yang menginsiprasi 'Gunung Hallelujah' di Planet Pandora dalam film besutan sutradara James Cameron itu.

Namun, bagi mereka yang belum bisa jauh-jauh ke China, sensasi itu masih bisa dirasakan -- dengan merasakan udaranya.

Pemerintah China menjual botol-botol berisi udara 'Gunung Avatar' kepada para turis yang berkunjung ke pegunungan setinggi 3.544 kaki. Untuk oleh-oleh.

"Udara di sini mengandung ratusan ribu ion oksidan negatif per centimeter kubik," kata juru bicara Taman Nasional Zhangjiajie, Shi Cheng, seperti dimuat laman The Sun, Rabu 28 Juli 2010.

"Ini merupakan produk oleh-oleh alami yang akan diterima dengan senang hati dari para wisatawan yang berkunjung ke sini.

Taman Nasional Zhangjiajie, adalah salah satu lokasi yang diakui sebagai The World Natural Heritage atau Situs Warisan Alam Dunia memiliki lebih dari 3.000 puncak. Keunikan alam di wilayah ini adalah akibat erosi.

gara-gara Avatar, pegunungan ini berubah nama. Dari yang sebelumnya, "Barisan Langit Selatan" menjadi "Gunung Avatar Hallelujah."

Penggantian nama itu dilakukan melalui sebuah seremoni, Senin 26 Januari 2010. Menurut situs resmi pemerintah Zhangjiajie, seperti dikutip dari laman jaringan televisi NBC, gunung terapung "Hallelujah Mountains" dalam film box office Avatar justru terinspirasi oleh "Barisan Langit Selatan" setelah seorang fotografer Hollywood menjadikan gunung dengan pemandangan indah tersebut sebagai objek pemotretan pada 2008.
Read More >>

Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun

Para peneliti kini 99 persen yakin bahwa peristiwa kehancuran massal di Bumi terjadi secara reguler, seteratur jarum jam berputar. Begitulah temuan para ilmuwan dari Universitas Kansas dan Smithsonian Institute di Amerika Serikat setelah mereka memetakan semua armagedon sejak 600 juta tahun yang lalu.

Astrofisikawan dari Universitas Kansas, Dr. Adrian Melott, dan palaeontologis dari Smithsonian Institute, Dr. Richard Bambach, mengungkapkan dalam kurun waktu itu kiamat di Bumi terjadi setidaknya tiap 27 juta tahun sekali.

Dan penyebab kiamat mendatang, menurut para peneliti itu, ternyata bukanlah pemanasan global.

Lalu apa?

Planet kita selalu melintasi hujan komet tiap 27 juta tahun, dan ternyata sangatlah jarang Bumi berhasil lolos dengan selamat. Selama 20 kali melewati cobaan maut itu, Bumi hanya berhasil lolos dari lubang jarum dan mempertahankan sebagian besar organisma biologis yang hidup di atasnya, sebanyak enam kali saja.

Yang paling terkenal adalah bencana dahsyat 65 juta tahun lalu, saat asteroid selebar 15 kilometer menghantam Bumi--di titik yang sekarang merupakan wilayah Meksiko--dengan kekuatan miliaran kali bom atom dan lalu menyapu habis Dinosaurus dari muka Bumi.

Lebih celaka lagi, periode putaran kiamat ini tak akurat betul. Terkadang, asteroid-asteroid menghantam semua makhluk hidup di muka bumi, 10 juta tahun lebih cepat dari yang semestinya.

Tapi, janganlah buru-buru panik. Masih ada kabar baik.

Ini menyangkut Nemesis, bintang kembar gelap dari matahari. Selama ini, Nemesis selalu dituding jadi biang keladi. Teori umumnya begini: tiap 27 juta tahun sekali, Nemesis melintasi sabuk raksasa debu dan es yang disebut awan Oort, dan gara-gara itu lalu melontarkan komet-komet ke Bumi.

Sekarang, para ilmuwan mengatakan: karena skenario kiamat terjadi secara begitu reguler, Nemesis tidaklah mungkin jadi penyebab utama karena orbitnya akan mengalami perubahan dalam kurun waktu sebegitu lama.

Tapi, ini bukan berarti bahwa Nemesis--yang terletak sekitar satu tahun cahaya dari matahari--tidak akan lagi menyemburkan komet-komet awan Oort-nya ke seantero galaksi kita. Sekarang ini, komet-komet itu sedang menghajar planet-planet lain di luar Bumi.

Jadi, karena armagedon terakhir terjadi 11 juta tahun lalu, maka berdasarkan teori ini, Bumi baru akan kiamat pada tahun 16.002.010--bukan dua tahun mendatang, seperti yang difilmkan Roland Emmerich di "2012."

Artinya, silakan Anda menghirup nafas lega-lega--sepanjang pemanasan global tak segera menciptakan kiamat yang lain.
Read More >>

Sungai Raksasa Ditemukan di Dasar Laut Hitam

Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris.

Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.

Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.

Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil.

Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir.

Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.

Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.

Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, "Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen."

"Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat," demikian penjelasan Parsons seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu 1 Agustus 2010.

Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya.

"Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam."

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.

Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brazi, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik.

Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.

Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.

Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine.

Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam.
Read More >>

Senin, 05 Juli 2010

Ulat Paling Berbisa di Dunia

Di hutan hujan Brasil selatan mengintai ulat Lonomia – dijuluki badut “malas” dari dunia serangga. Sayangnya, seperti “The Joker” dari seri Batman, tidak ada yang lucu tentang ulat ini.

Cukup menyikat tangan Anda terhadap bulu berduri makhluk ini dapat
mengakibatkan pendarahan internal besar-besaran, gagal ginjal, dan
hemolisis. Dengan kata lain, menyentuh sekaligus (seperti yang umum)
sama dengan kematian.

Lebih buruk lagi, ulat dianggap “samar” dan mudah
menyatu dengan kulit pohon. Jadi bahkan jika Anda berusaha mencarinya
Anda mungkin tidak melihatnya.Sayangnya, ada beberapa kematian setiap
tahun disebabkan oleh Lonomia.

Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa
racun dosis antara “terendah mematikan median” racun di dunia – yang
hanya sebagian kecil per menit dari yang di gigit Lonomia itu punya
racun mematikan dengan dosis 1000 kali lipat lebih kuat daripada gigitan
ular….

Jika ada satu titik cerah, itu bahwa Lonomia hanya muncul selama
dua-tiga bulan setiap tahun.saya tidak bisa menemukan – jadi jangan
sentuh apapun ulat di Selatan Brazil, ok?
Read More >>

Sabtu, 03 Juli 2010

Hanya di Indonesia!! Suku pemakan Tanah Panggang

Tuban, adalah salah satu desa di Jawa Timur Indonsia, dimana orang-orang nya memakan tanah yang disebut dengan nama "ampo" yang dipercayai bisa sebagai obat dan mereka mempercayai bahwa ampo bisa menghilangkan rasa sakit.

Rasima, sang penjual ampo, mengatakan bahwa tidak ada resep untuk untuk memasak tanah tersebut. Dia hanya mencari tanah yang bersih yang bebas dari kerikil, kemudian ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segi empat. Kemudian, dengan mengikisnya dengan stik dan membentuknya seperti gulungan. Tanah yang sudah menggulung itu kemudian dibakar dan diasapi selama 1 jam, lalu jadilah sebagai snack atau makanan ringan yang siap dimakan. Rasima biasanya menjualnya dipasar dan sehari dia bisa mempunyai penghasilan sekitar Rp 20 ribu untuk menghidupi keluarganya.

Tuban merupakan satu-satunya tempat di dunia yang memakan tanah. Memang ada orang-orang aneh di dunia yang suka makan pasir, dan benda aneh lainnya. Tapi tidak ada yang memakan tanah panggang. Salah seorang warga Tuban mengatakan bahwa dia sudah memakan ampo sejak dia masih kecil dan ampo mendinginkan perutnya. Wah, coba ada orang yang memanggang tanah dan memakan nya di sekitar rumah di bekasi, bisa-bisa
para tetangga mengira dia adalah jelamaan atau dukun sakti ya, haha....































































Read More >>

Jumat, 04 Juni 2010

PBB: Kurangi Makan Daging untuk Selamatkan Bumi

Vegetarian tak cuma baik bagi tubuh tapi juga lingkungan. Laporan utama PBB menyerukan penduduk dunia perlu mengubah kebiasaan makan daging dan beralih menjadi vegetarian untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Kelompok ilmuwan internasional mengatakan penyebab terbesar emisi gas rumah kaca adalah produksi makanan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Ilmuwan mengatakan, penggunaan batubara dan minyak bumi secara bertahap dapat digantikan oleh sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari. Tapi penduduk dunia akan selalu membutuhkan makan.

Karena populasi dunia yang terus meningkat, dikhawatirkan bahwa produksi makanan akan menjadi penyebab utama perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

International Panel of Sustainable Resource Management (IPSRM) menunjukkan produksi peternakan menyumbang 70 persen polusi air bersih secara global, 30 persen penggunaan tanah dan 19 persen emisi gas rumah kaca dunia. Laporan tersebut yang akan disampaikan kepada pemerintahan seluruh dunia.

Menjadi vegetarian adalah satu-satunya cara memberi makan penduduk dunia sambil mengurangi perubahan iklim. Penurunan dampak yang signifikan hanya mungkin terjadi dengan perubahan diet dan pola makan yang signifikan pula di seluruh dunia.

"Manusia bisa membantu memerangi perubahan iklim dunia dengan mengurangi makan daging," ujar Achim Steiner, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB, seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (4/6/2010).

Steiner menuturkan bahwa IPSRM telah mengkaji semua data ilmiah yang ada dan menyimpulkan bahwa dua bidang utama saat ini yang memiliki dampak amat tinggi pada sistem pendukung kehidupan planet ini adalah energi dalam bentuk bahan bakar fosil dan peternakan, khususnya peningkatan ternak untuk daging dan produk susu.

Ia juga merekomendasikan pemerintah agar bisa mendorong orang untuk mengurangi makan daging dengan mengubah sistem pajak dan memberikan subsidi makanan vegetarian menjadi lebih murah.

Lord Stern of Brentford, penulis Stern Review menyatakan tindakan secara ekonomi untuk memerangi perubahan iklim dipercaya dapat dilakukan dengan mengurangi makan daging.

Dia juga berharap harga daging dan makanan 'karbon intensif' lainnya harus dinaikkan agar orang beralih menjadi vegetarian dan dapat menyelamatkan bumi.

Sumber : Detik
Read More >>

Kamis, 03 Juni 2010

Bunker Rahasia Mojave Perlindungan Kiamat

Di mana Anda akan bersembunyi jika dalam 3 hari dunia akan terjadi bencana dahsyat? Anda dapat berlindung di fasilitas yang ada di gurun Mojave, California AS.

Lokasi itu tempat menyimpan bom bawah tanah peninggalan tahun 1960-an, saat terjadi krisis Rudal Kuba.

Penduduk lokal memiliki ide untuk mengembalikan keberadaannya dan menyewakan bunker perlindungan yang disebut sebagai “kondominium penyelamat bawah tanah” di sebuah lokasi rahasia di gurun Mojave.

“Pintu fasilitas masuk didesain dan dibentuk untuk tahan ledakan sekuat 50 megaton,” kata Robert Vicino, pendiri sekaligus presiden dari Vivos.

Di bunker bawah tanah gurun Mojave, Vivos sedang merenovasi tiga bunker bawah tanah yang dibangun pemerintah AS selama Perang Dingin.

“Di sana terdapat 10 dinding dan sekitar 4 hingga lima jalan. Masing-masing tempat tidur merupakan akomodasi bagi 4 orang.”

Sumber tenaga dan filter udara serta pompa air yang telah ada akan dimodernisasi dan dibuat lebih efisien.

Lalu pertanyaannya berapa lama orang-orang dapat bertahan di dalam bunker itu?

“Fasilitas ini memiliki penyimpanan makanan maksimum untuk satu tahun bagi 132 orang,” kata Vicino. “Fasilitas ini seharga US$ 50 ribu (Rp455 juta) bagi orang dewasa dan US$25 ribu (Rp 227,5 juta) bagi anak-anak, dan gratis untuk hewan peliharaan.”

Saat ditanya tentang dirinya yang mengembangkan paranoid, Vicino membantah. “Tidak, sama sekali tidak. Kami menciptakan kedamaian di pikiran masing-masing.”

Salah satu orang pertama yang memesan temapt tersebut adalah Steve Kramer dari San Pedro. “Bijaksana untuk melakukan persiapan kan? Anda tidak tahu apa yang akan datang,” kata Kramer.

Sumber : Inilah
Read More >>

Rabu, 02 Juni 2010

Lubang Raksasa di Guatemala

Pernahkah Anda melihat foto-foto? Sebuah lubang pembuangan raksasa terbentuk di sebuah kota di Guatemala.

Gambar tampak seperti jurang maut di tengah area penduduk Kota Guatemala. Ini terbentuk Minggu (Tuesday, 01 Jun 2010) setelah badai tropis Agatha melewati daerah tersebut.

Lubang itu menelan gedung bertingkat tiga.

Badai datang darat dari Samudra Pasifik. Hanya badai tropis yang memakan waktu singkat tapi membasahi kuyup negara Amerika Selatan.

Pemerintah awalnya menyalahkan hujan deras untuk kawah, namun kini mengatakan mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.

Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dalam badai. Itu tidak diketahui apakah ada yang tewas di gedung yang lenyap di dalam lubang.
Read More >>

Rabu, 12 Mei 2010

Keindahan Champagne Pool yang Ada di New Zealand

Champagne Pool adalah Fenomena panas bumi yang luar biasa yang membuat tempat ini terlihat seperti Kolam sampanye yang besar, karena banyak gelembung CO2 yang berasal dari air. Fitur alam yang terbentuk sekitar seribu tahun oleh letusan hidrotermal, Champagne Pool memiliki panjang diameter sekitar 65 meter. Champagne Pool terletak di Wai-O-Tapu suatu daerah panas bumi, di Wakiato, Selandia Baru. Wai-O-Tapu adalah kawasan panas bumi yang berisi banyak mata air panas bumi. Hal ini terkenal di antara wisatawan yang bisa menikmati air panas ini menyebutnya Wai-O-Tapu Wonderland Termal.


Read More >>

Jumat, 07 Mei 2010

Foto-Foto Aksi Porno, Bugil Yang Tertangkap Kamera di Semak (+18)

Inilah kumpulan foto foto natural telanjang bulat di alam terbuka tanpa sehelai benangpun. Ternyata alampum bisa menguji pikiran Anda. Bagaimana enterpretasi Anda menyikapi foto-foto ini? Termasuk dalam kategori porno kah atau pikiran kita yang langsung memvonisnya, alamkah yang keliru karena pastinya bukan kesengajaan namun alamiah.

Tes imajinasi? terserah Anda, bisakah kita masih berpikir netral melihat foto- foto gambar ini untuk tidak mengasumsikannya pada arah judul postingan, misalnya pikiran kita mengarah pada guratan motif – motif kayu langka yang unik, atau yang lainnya? ada ide?















Read More >>

Kubah Lumpur Muncul di Bawah Permukaan Laut Aceh


Fenomena Aneh : Kubah Lumpur Muncul di Bawah Permukaan Laut Aceh.. Fenomena aneh terjadi di bawah permukaan laut Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, pascagempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada Maret lalu. Sejumlah kubah-kubah lumpur bercampur batu kekuningan muncul di sana.

Kemunculan itu sempat membuat panik sejumlah warga di Pulau Banyak. Namun, tim ahli geologi dari Pemerintah Aceh dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang telah menelitinya menyimpulkan, fenomena alam ini tak membahayakan warga.

“Sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan penyelamatan di sekitar lokasi,” kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam laporan tertulis dikirim ke wartawan di Banda Aceh, Selasa (4/5/2010).

Irwandi menjelaskan, hasil observasi tim ahli kumpulan kubah lumpur terletak di dasar laut di perairan Taelana Haloban, Kecamatan Pulau Banyak, tepatnya berada di koordinat 02o17,1 Lintang Utara dan 097013’08,9 Bujur Timur.

Tim ahli terdiri dari pakar di Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Unsyiah Banda Aceh, Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi. “Tim ini melakukan observasi pada 21 April 2010,” katanya.

Dari sekian banyak kubah lumpur, tim mencatat yang terbesar berdiameter 30 meter, tinggi 8 meter, dan puncaknya berjarak 5 meter di bawah permukaan laut.

Kemunculan kubah lumpur itu sebelumnya sempat merubah warna air laut. Perubahan warna itu disebabkan oleh semburan lumpur.

Tim ahli menyimpulkan bahwa hingga kini tak terdapat lagi titik semburan lumpur baru di sekitar kubah yang ada. Hanya saja, gelembung-gelembung gas (udara) dalam jumlah kecil masih ada.

Berdasarkan laporan tim ahli, Irwandi menjelaskan bahwa suhu air laut di sekitar semburan normal.

Soal batu kekuningan yang muncul bersama kubah lumpur, tim meneliti beberapa sampel.

Hasilnya disimpulkan, batu-batu itu diantaranya berjenis batu bara yang terdapat di mud-vulcano, batu pasir berwarna abu-abu hingga kuning yang bersifat plastis dan batu lempung. Juga ditemukan batu berwarna keemasan, mengandung mineral pirit atau senyawa besi belerang.

Sebelumnya, warga banyak memungut batu-batu itu dan mengira mengandung emas.

Menurut tim ahli fenomena itu terjadi karena gempa bumi 7,2 SR yang terjadi di sana pada 7 April 2010. Gempa itu menyebabkan rekahan pada bebatuan di dasar laut sehingga menyemburkan lumpur.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengimbau warga tak panik dengan fenomena itu, karena dinilai tak berbahaya. “Namun tetap waspada,” ujarnya.

Sebelumnya, warga di Kepulauan Banyak sempat menggelar doa bersama menanggapi fenomena itu. Kala itu ditengah warga sempat berkembang isu beragam. Sebagian warga mengira akan muncul pulau baru dan akan menenggelamkan Pulau yang ada.

sumber : oke zone

BANDA ACEH – Ahli geologi dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh yang telah melakukan survei pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,2 SR memastikan, fenomena alam yang muncul di perairan Haloban, Pulau Tuangku Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil bukanlah daratan baru seperti yang diduga banyak pihak.

Munculnya aktivitas semburan lumpur, batuan hitam dan material lain yang mengkilap, yang kemudian membentuk kubah lumpur, disebabkan timbulnya patahan/rekahan pada batuan tudung pasca gempa 7 April lalu.

Namun, kondisi terakhir sejak 22 April 2010, tidak lagi ditemukan adanya titik semburan di sekitar kubah lumpur. Aktivitas yang tersisa hanya berupa semburan-semburan gelembung gas (udara) dalam jumlah sedikit. Sedangkan suhu di sekitar kubah pada kedalaman 5-6 meter berkisar 32 derajat Celcius yang diyakini merupakan suhu dari sinar matahari.

“Jadi, yang terjadi itu adalah munculnya mud volcano (kubah lumpur) tidak berbahaya dan belum bisa disebut sebagai daratan baru karena puncak kubah masih berjarak 5 meter di bawah permukaan laut. Fenomena ini timbul pasca gempa bumi sehingga terjadinya patahan batuan tudung,” ujar T.Muchlis dan Khairil di Kantor Distamben Aceh, Sabtu (1/5).

Pihaknya mengadakan survei beberapa waktu lalu dengan metode observasi melakukan pengamatan secara visual terhadap kubah lumpur, pengukuran temperatur, pengambilan foto dan sampel batuan.

Kubah terbesar dikatakan memiliki diameter 30 meter di dasar kubah dan 3 meter di puncak kubah. Sementara ketinggian kubah mencapai 8 meter.

Muchlis yang didampingi Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Aceh, Ir Faizal Adriansyah lebij jauh menjelaskan, berdasarkan hasil observasi dan analisa geologi yang dilakukan pihaknya di perairan Haloban, pascagempa 7,2 SR diketahui bahwa lokasi munculnya kubah lumpur tersebut berada pada pertemuan lempeng. Lokasinya jauh dari jalur gunungapi, dan berada pada cekungan busur muka dengan suhu yang relatif rendah.

Batuan yang membentuk kubah lumpur tersebut terdiri dari batubara, mineral pirit, batupasir, dan lempung. Batubara itu sendiri masuk dalam kelas bitumin-subbitumin dengan kisaran kalori 5.200 sampai 7.200, sedangkan mineral pirit berwarna keemasan yang merupakan senyawa besi belerang.

“Batubara merupakan lensa-lensa dari lapisan batu lempung. Di sini terkonsentrasi gas metan (CH4),” ujarnya.

Bunyi Ledakan

Kondisi inilah menurut Khairil, yang menyebabkan bunyi ledakan seperti yang diakui warga sekitar perairan Haloban sebelum muncul fenomena semburan lumpur tersebut. “Aktivitas semburan-semburan lumpur saat ini sudah sangat kecil dan tidak membahayakan masyarakat sejauh tidak ada peningkatan aktivitas mud volcano,” kata Muchlis.

Meski demikian, kondisi normal lingkungan sudah terganggu dan ikan tidak lagi ditemukan di sekitar perairan.

Sementara ahli geologi dari PT Semen Andalas Indonesia (SAI), Muhammad Arif Syahrijal mengatakan, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari timbulnya semburan lumpur tersebut. “Fenomena ini bisa saja berdampak positif atau sebaliknya berdampak negatif,” jelasnya.

Kemungkinan berdampak negatif, terutama apabila semburan lumpur ditemukan dalam jumlah banyak dan berskala luas, maka besar kemungkinan dampak yang ditimbulkan bisa sama dengan kejadian yang menimpa Porong, Sidoarjo.

Sedangkan dampak positif, terindikasi dari semburan lumpur yang disertai dengan gelembung gas atau udara. Ini mengindikasikan adanya gas yang terjebak dalam cekungan. “Ini prospek untuk melakukan eksplorasi. (Analisa)

sumber : Aceh Prov
Read More >>

Senin, 03 Mei 2010

Ilmuwan Akan Ciptakan Matahari di Bumi

Ilmuwan akan membuat matahari di bumi dalam beberapa bulan ke depan dengan menggunakan laser terbesar di dunia berukuran tiga kali lapangan sepak bola Amerika.

Laser di Lawrence Livermore National Laboratory di California ukurannya kurang lebih sama dengan tiga lapangan football Amerika, dan mereka yang bertugas di laboratorium tersebut tidak bercanda ketika mereka mengatakan akan menciptakan matahari kecil dalam beberapa bulan ke depan.

Proyek tersebut disebut National Ignition Facility yang akan menemukan sumber rahasia dari produksi energi yakni fusi nuklir, reaksi energi tinggi yang secara teoritis akan menghasilkan energi tidak terbatas bagi kemanusiaan.

Laboratorium berharap bisa membelah cahaya menjadi 192 cahaya kecil, lalu menembak mereka dalam target kecil terbungkus emas yang bahkan lebih kecil dari kuku jari.

Panas dari laser akan meleburkan isotop menjadi satu dalam sebuah reaksi 100 juta derajat Celcius, lima kali lebih panas dari inti matahari.

Ada potensi bahaya radioaktif ringan, tetapi laboratorium membungkus fasilitas dengan dinding beton dengan ketebalan sekitar 2 meter.

Tetapi jika penggabungan isotop berhasil hasilnya sangat luar biasa, matahari kecil tersebut akan mengeluarkan energi yang cukup untuk menyuplai energi ke seluruh bumi.

Maka dari itu, sekitar tenaga 200 triliun per detik bisa dikeluarkan. “Fusi energi merupakan sumber energi paling fundamental di alam,” ujar Manajer Proyek Bruno Van Wonterghem.

Jika sukses, laboratorium berharap proyek yang telah berjalan selama 5 tahun akan mengantarkan keluaran energi yang bisa digunakan selama 20 tahun. “Ada sesuatu yang bisa diceritakan kepada anak dan cucu nantinya,” ujar Van Wonterghem.

Sumber : Inilah.com
Read More >>

Jumat, 30 April 2010

Parah Nih! Jakarta Mendapat Predikat Sebagai Kota Terjorok No 3 Di Dunia

ANTARANEWS. sampah Lingkungan menjadi permasalahan serius di Jakarta. Bahkan menurut WHO buruknya kualitas lingkungan menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk ketiga di dunia setelah Meksiko dan Thailand.“Lingkungan yang bersih merupakan harga mati yang harus segera diciptakan. Agar predikat Jakarta sebagai kota nomor tiga terjorok di dunia hilang,” kata Deputi Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Ahmad Haryadi, akhir pekan lalu, seperti dikutip situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Upaya pemulihan kualitas lingkungan Jakarta menjadi bahasan utama dalam pertemuan yang diselenggarakan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dan Dewan Pakar Lingkungan, Jumat, 9 Oktober lalu.

Sebagai simbol negara, Jakarta harus mengutamakan pengelolaan lingkungan hidup. “Permasalahan tersebut adalah masalah bersama. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarang dan mencintai lingkungan,” kata Ahmad.

Ketua BPLHD DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan, demi menciptakan lingkungan yang bersih, masyarakat akan diajak menyukseskan program one man one tree one biopori. Setiap warga diajak menanam satu pohon di pekarangan rumahnya. Masyarakat juga diajak membuat lubang biopori yang dinilai efektif untuk mengurangi dampak banjir.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jakarta, Ubaidillah, medio September 2009, mengatakan, penyumbang polutan terbesar adalah sektor transportasi yang mencapai 70 persen. Polutan dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor yang jumlahnya mencapai jutaan unit di Ibu Kota.

Selain kampanye one man one tree one biopori, menekan penggunaan kendaraan pribadi yang kian tak terkendali juga merupakan salah satu cara efektif untuk menekan tingkat polusi udara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menyediakan angkutan massal yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendaknya juga segera memenuhi aturan minimal ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta sebesar 13,94 persen dari luas Jakarta. Jakarta saat ini baru memiliki sekitar 9 persen RTH. Padahal idealnya RTH seluas 30 persen. RTH sangat diperlukan untuk menyerap polutan demi peningkatan kualitas udara.
Read More >>

Foto-foto Ledakan Misterius di Duren Sawit, 3 Rumah Rusak

3 Rumah di Duren Sawit, Jakarta Timur, rusak berantakan akibat ledakan misterius, Kamis (29/4). Warga mengatakan ledakan ini akibat ledakan gas, tapi ada juga yang bilang karena kena meteor jatuh.



Atap tiga rumah di Jalan Delima 6 Gang 2 Nomor 31 RT 01 RW 5 Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, rusak parah dihantam benda aneh. Melihat bekas ledakan dan kerusakan rumah, diduga benda asing tersebut turun dari langit.

Demikian diungkapkan Sudarmodjo, salah satu pemilik rumah, usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Duren Sawit, Kamis (29/4/2010). "Kalau benda itu datang dari bawah, pasti ada cerukan tanah serta akan banyak barang-barang yang pecah," kata dia.

Namun, kenyataannya justru bagian-bagian rumah yang rusak tersebut menumpuk dan menutupi benda asing berwana hitam berukuran kepala orang dewasa itu.

Kakek sembilan cucu ini menambahkan, di dekat rumahnya memang ada instalasi pipa gas, namun sejauh ini kecil kemungkinan ledakan berasal dari situ, menginat tidak ada warga yang memanfaatkan pipa gas itu.

Selain itu, imbuh dia, jika ledakan berasal dari pipa gas, tidak mungkin ada getaran, cahaya, dan bunyi desingan selama kurang lebih lima menit sebelum kejadian.

Untuk sementara, Sudarmodjo malam ini memilih tinggal di rumah anak keempatnya, Dian, masih di kawasan Malaka Sari.

Sebelumnya, petugas dari Puslabfor Mabes Polri juga seudah membawa benda bulat hitam yang mengeluarkan hawa panas tersebut untuk diselidiki lebih lanjut.

sumber: http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/29/204649/1348186/157/3/
Read More >>